Empat negara Arab memotong hubungan diplomatik dengan Qatar pada hari Senin, menuduh tetangga mereka mencampuri urusan dalam negeri mereka dan mendukung terorisme.

Langkah tersebut diambil oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandai eskalasi keretakan yang tajam antara negara-negara Teluk Persia sejak akhir bulan lalu. Mesir juga memutuskan hubungan dengan Doha pada hari Senin.

Kantor berita Qatar yang dikuasai pemerintah memposting komentar yang konon oleh emirnya pada 24 Mei yang memuji Iran dan menyebut Hamas sebagai perwakilan sah rakyat Palestina. Negara tersebut mengatakan bahwa kantor berita negara bagiannya telah diretas, namun Arab Saudi, U.A.E., Bahrain dan Mesir memblokir situs-situs beberapa gerai berita yang bersumber dari Qatar.

Dalam pernyataan terpisah yang diposkan oleh kantor berita resmi mereka Senin, negara-negara tersebut mengatakan bahwa selain memutuskan hubungan, mereka akan menutup rute udara dan laut ke Qatar. Negara-negara tersebut mengatakan bahwa diplomat Qatar memiliki 48 jam untuk pergi.

“Praktek Qatar yang berbahaya belum terbatas pada Kerajaan Bahrain namun juga telah diperluas ke negara-negara saudara yang telah diberitahu bahwa tindakan tersebut mencerminkan pola yang sangat berbahaya yang tidak dapat diabaikan atau diterima dan harus ditangani dengan kekuatan dan keteguhan hati, ” papar kantor berita negara Bahrain.

Qatar tidak segera merespon pergerakannya setelah berita ini dirilis.

Langkah negara-negara arab tersebut memberikan pengaruh positif atas harga minyak yang telah diperdagangkan menguat pasca rilis pernyataan pemutusan hubungan diplomatik antar negara di kawasan timur tengah tersebut.