Perusahaan milik pengusaha Warren Buffet Berkshire Hathaway Inc. (NYSE; BRK)secara tajam meningkatkan kepemilikan dari saham Apple Inc. (NQ; AAPL) dan menjual beberapa sahamnya di perusahaan International Business Machines Corp. (NYSE; IBM) pada kuartal pertama, menurut pengarsipan efek terbaru.

Pengajuan yang dilakukan pada hari Senin kepada Securities and Exchange Commission mengkonfirmasi bahwa Berkshire telah lebih dari dua kali lipat menambahkan kepemilikannya di perusahaan Apple di kuartal pertama menjadi 129 juta saham Apple, senilai $ 18,6 miliar, per 31 Maret.

Sementara Buffett yang sebelumnya terkenal malu berinvestasi di perusahaan teknologi, mengatakan bahwa Apple menjual produk konsumen yang bisa dia mengerti.

Berkshire juga menjual 21 persen saham IBM di kuartal pertama. Buffett mengatakan kepada CNBC awal bulan ini bahwa Berkshire telah menjual sekitar sepertiga dari kepemilikan IBM-nya, menunjukkan bahwa sisa penjualan tersebut terjadi pada kuartal kedua.

Berkshire pertama kali membeli IBM di tahun 2011. Buffett mengatakan bulan ini bahwa dia salah dalam melakukan evaluasi perusahaannya.

Berkshire juga menyesuaikan kepemilikan perusahaan penerbangan di kuartal ini, menambah saham American Airlines Group Inc dan Southwest Airlines Co. sambil mengurangi kepemilikan sahamnya di Delta Air Lines Inc. dan membiarkan kepemilikannya atas United Continental Holdings Inc. tidak berubah.

Berkshire membeli saham di keempat maskapai tersebut pada 2016, sebuah kejutan kepercayaan dari Buffett, yang telah lama mengkritik industri penerbangan sebagai pecundang bagi investor. Total saham Berkshire di empat maskapai penerbangan mencapai $ 9,2 miliar pada 31 Maret dari $ 9,3 miliar pada akhir tahun.

Berkshire juga menjual sahamnya di 21st Century Fox Inc., saat pengarsipan tersebut menunjukkan data terbarunya.

Sementara itu perusahaan otomotif Ford Motor Co (NYSE; F) berencana untuk mengurangi sekitar 10 persen dari keseluruhan jumlah stafnya di seluruh dunia saat Chief Executive Officer Mark Fields menghadapi tekanan untuk meningkatkan keuntungan dan meningkatkan harga saham produsen mobil, seperti dilaporkan Wall Street Journal.

Pemotongan pekerjaan diperkirakan akan dicanangkan pada awal minggu ini dan sebagian besar menargetkan pegawai yang digaji, kata surat kabar tersebut, mengutip orang-orang yang tidak dikenal memberi penjelasan mengenai rencana tersebut. Tidak jelas apakah pekerja pabrik per jam disertakan, papar Journal.

Pemegang saham Ford mengkritik manajemen perusahaan mengenai apa yang investor sebut sebagai “menyedihkan” dari saham pembuat mobil dan mempertanyakan bagaimana dewan dapat terus mendukung Fields, yang telah menjadi CEO sejak Juli 2014. Dewan Ford menjadwalkan waktu pertemuan ekstra menjelang pertemuan tahunan minggu lalu. Untuk menekannya tentang rencananya untuk membalikkan kekayaan perusahaan, seseorang yang akrab dengan diskusi tersebut mengatakan.

“Kami belum mengumumkan tindakan efisiensi orang baru, juga tidak mengomentari spekulasi,” kata Ford dalam sebuah pernyataannya di email mereka.