StrategyDesk (Rabu, 7 Maret 2018)
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan Coca-cola ynag telah berjalan selama 125 tahun, perusahan tersebut memutuskan untuk memproduksi minuman alkohol. Sebagai langkah awal dalam memasuki bisnis minuman Alcohol, perusahaan tersebut akan memproduksi minuman dengan merek dagang “Chu-Hi” yang akan di pasarkan di Jepang.

Pemilihan Jepang sebagai pasar perdana Coca Cola dalam memasarkan produk minuman Alkohol didasarkan oleh pendapat spekulasi dari Wells Fargo yang dijabarkan dalam laporan analisa mereka yang dirilis kurang lebih 4 bulan yang lalu.

Pada pertemuan perusahaan dengan para investor pada November silam, dikatakan bahwa James Quincey Chief Executive Coca cola sebenarnya telah memberikan sedikit bocoran mengenai kebijakan perusahaan tersebut. Dalam pertemuan tersebut ia sempat mengatakan bahwa Coca-Cola tidak akan keluar dari jalur bisnisnya tetapi perusahaan akan berikan sebuah langkah besar dalam mengembangkan bisnis produsen minuman ke suatu level yang akan lebih sulit.

Chu-Hi akan menjadi minuman berisi gabungan antara shochu alcohol dengan bebera[a rasa dari air karbonasi.
Sebagai gambaran mengapa Coca-cola memilih Jepang sebagai pasar perdana minuman alkoholnya, dikarenakan pasar shochu di Jepang telah alami pertumbuhan sebesar 40 persen sejak 2011.

Ide masuknya Coca-cola kedalam bisnis minuman alkohol dikarenakan Coca-Cola sebagai perusahaan produsen makanan besar alami permasalahan yang sama seperti yang dialami oleh perusahaan raksasa produsen makanan lainnya, dimana penjualan produk utama mereka alami penurunan. Kondisi tersebut terjadi karena generasi muda saat ini memiliki kedasaran terhadap kesehatan dan menilai kandungan gula dalam produk Coca Cola yang dinilai terlalu tinggi memiliki pengaruh yang tidak baik bagi kesehatan, belakangan untuk mengatasi hal tersebut, Coca-cola mencoba mengembangkan kearah produk lainnya termasuk air mineral, jus, dan teh. Dengan demikian pasar alcohol menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan yang patut untuk dicoba.