Dolar tetap melemah terhadap mata uang lainnya di sesi Asia Kamis pagi setelah pemerintah Amerika Serikat semakin meningkatkan ketegangan perdagangan global yang mendorong investor untuk menjual aset berisiko dan mengangkat mata uang safe haven yen Jepang.

Indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama bertahan di 89.67 pada pukul 10:10 WIB, turun 0,09%. Sentimen greenback tetap bearishminggu ini dan indeks telah turun di bawah level 90.

Setelah beberapa keputusan tingkat tinggi dari Gedung Putih termasuk kepalapenasihat ekonomi pro-perdagangan bebas Gary Cohn dan Menlu dialogis Rex Tillerson, pemerintahan Presiden Donald Trump akan mempekerjakan pejabat yang lebih berpandangan hawkish yang dapat merangkul proteksionisme dan aktivitas militer. Perombakan pejabat di Gedung Putih memperbarui kekhawatiran mengenai potensi perang dagang global dan memicu ketidakpastian mengenai perkembangan di Semenanjung Korea. Hal tersebut dapat mendorong investor untuk beralih dari dolar ke mata uang safe haven seperti yen Jepang.

Dalam guncangan personil pemerintahan terbaru AS, Trump memutuskan untuk menunjuk Larry Kudlow sebagai penasihat ekonomi teratas. Kudlow, yang sebelumnya dikenal sebagai advokat perdagangan bebas, dilaporkan mengatakan bahwa China akan menjadi target bea impor, yang meningkatkan prospek perang dagang AS – China. Kudlow juga mengisyaratkan dukungan terhadap dolar yang lebih kuat dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Pasangan USD/JPY melemah 0,26% menjadi 106,03, penurunan yang cukup tajam dari hari Selasa di 107,20. Ketegangan perdagangan global menghambat minat risiko investor, yang mendorong permintaan yen yang sering dicari pada saat terjadi risk aversion. Selain itu, data produksi industri bulan-ke-bulan Jepang dijadwalkan rilis pada hari Jumat.

Pasangan AUD/USD diperdagangkan pada 0,04%, naik 0,7880%. Aussie telah bergerak maju melawan dolar yang tertekan lebih lemah minggu ini. Laporan pekerjaan bulan Februari Australia akan datang minggu depan, yang dapat memicu momentum kenaikan pasangan ini. Sementara itu, Reserve Bank of Australia belum merilis sinyal kenaikan suku bunga.

Di tempat lain, People’s Bank of China (PBOC) mengumumkan tingkat koreksi yuan terhadap dolar di 6,3141 vs hari Rabu 6,3238. Pasangan USD/CNY turun 0,11% menjadi 6,3110. Perhatian akan menyorot ketegangan perdagangan yang meningkat antara AS dan China.

Sumber : https://id.investing.com