StrategyDesk (Selasa, 20 Maret 2018)
Nilai tukar dollar terlihat alami penguatan pada hari Selasa (3/20/2018), alami pemulihan dari penurunan sebelumnya. Muncul harapan bahwa pertemuan Federal Reserve yang akan berlangsung pada Selasa dan Rabu minggu ini akan hasilkan keputusan pengetatan ekonomi.

Nilai tukar euro terlihat alami penurunan setelah data economic sentiment Jerman tunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraannya.

Indek ICE US Dollar alami kenaikan sebesar 0,3 persen menjadi 90,050; alami pemulihan dari penurunan sebesar 0,5 persen pada Senin kemarin. Penurunan terjadi akibat nilai tukar pound alami penguatan setelah terjadinya kesepakatan perjanjian untuk masa transisi Brexit.

Pound terlihat cenderung bergerak flat pada hari Selasa ini, diperdagangkan pada kisaran $1,4025.

Nilai tukar euro alami penurunan menjadi $1,2314; turun dibandingkan hari Senin kemarin pada $1,2336.

Yen Jepang terlihat alami penurunan, nilai tukar Yen terhadap dollar Amerika diperdagangkan pada harga 106,41 yen bandingkan dengan Senin pada 106,10 yen.

Dollar terlihat menguat pada hari ini dikarenakan para pelaku pasar lakukan antisipasi terhadap pertemuan Fed yang akan berlangsung selama dua hari. Hasil final dari pertemuan tersebut akan diumumkan pada hari Rabu dan diperkirakan akan ada kemungkinan sebesar 94 persen FED akan menaikkan tingkat suku bunga.

Pertemuan FED kali ini akan sedikit lebih spesial, karena pertemuan ini akan menjadi pertemuan pertama FED dengan Chairman Jerome Powell.

Disisi lain, nilai tukar euro alami pelemahan pada hari ini setelah data ekonomi Jerman tunjukkan hasil mengecewakan. Indek ZEW economic sentiment tunjukkan penurunan menjadi 5,1 untuk periode Maret, sebelumnya diperkirakan data akan tunjukkan hasil 13,1. Sebelumnya pada bulan Februari data tersebut tunjukkan angka indek 17,8. Terkait terjadinya pelemahan data tersebut, Presiden ZEW Achim Wambach menyatakan bahwa terkait adanya kemungkinan terjadinya perang perdagangan yang dimotori oleh kebijakan Amerika membuat sentimen menjadi menurun dan termasuk juga membuat euro alami penguatan.

Sedangkan Pound, mata uang tersebut kenaikannya tertahan setelah data inflasi Inggris untuk periode Februari tunjukkan penurunan lebih besar dari yang diperkirakan. Data consumer price Inggris untuk bulan lalu alami kenaikan sebesar 2,7 persen; kenaikan tersebut alami penurunan dibandingkan periode Januari yang tunjukkan kenaikan inflasi sebesar 3 persen. Sebelumnya analis perkirakan inflasi akan tunjukkan angka pertumbuhan 2,8 persen.