Strategydesk – Dollar gagal mempertahankan penguatan yang diraihnya karena kehati-hatian pasar menjelang pertemuan bilateral AS-China dan di tengah isu geopolitik.
Dollar sempat menanjak berkat data AS dan FOMC Minutes. Data dari ADP semalam menunjukkan lapangan kerja swasta tumbuh 263.000 selama Maret, di atas prediksi 189.000. Data ini mendukung pandangan bahwa penciptaan lapangan kerja swasta tetap pesat selama awal tahun 2017. Data ini menambah optimisme bahwa angka payroll Jumat nanti juga akan tinggi.
Dollar juga mendapat dorongan dari FOMC Minutes, yang menyebutkan para pejabat sepakat mengenai perlunya menyusutkan neraca yang sudah mencapai $4,5 triliun bila ekonomi terus membaik. Penyusutan neraca dianggap sebagai bagian dari proses normalisasi kebijakan moneter, selain kenaikan suku bunga.
Namun dollar gagal mempertahankan penguatan karena para investor berhati-hati menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China xi Jinping. Ini merupakan pertemuan resmi AS dan China pertama sejak Trump terpilih. Kedua pemimpin akan menggelar pertemuan di Florida pada Kamis dan Jumat, serangkaian isu akan dibahas tapi pasar menyorot masalah perdagangan dan Korea Utara.
Indeks dollar berada di 100,48 setelah sempat menyentuh 100,83 kemarin. Indeks gagal bertahan di atas resistance 100,80. Terhadap yen, dollar melemah 0,1% ke 110,46 setelah kemarin gagal bertahan di atas resistance 111.00.

EURUSD

EURUSD 6 Apr

USDJPY

USDJPY 6 Apr

GBPUSD

GBPUSD 6 Apr

USDCHF

USDCHF 6 Apr

AUDUSD

AUDUSD 6 Apr