Strategydesk – Dollar terkoreksi sejak kemarin namun sedang menuju penguatan mingguan ke lima minggu di tengah prospek kenaikan suku bunga the Fed. Data ketenagakerjaan AS malam nanti menjadi penentu arah kebijakan the Fed.
Data payroll lebih dari sekedar indikator lapangan kerja. Para pejabat the Fed sudah mengindikasikan bahwa mereka siap menaikkan suku bunga dalam rapat mendatang. Laporan payroll yang memuaskan dapat menambah alasan bagi the Fed untuk melakukan hal itu dan bahwa ekonomi mampu menerima kenaikan rate.
Fed fund futures menempatkan probabilitas di atas 90% terjadi kenaikan suku bunga dalam rapat 14-15 Maret nanti. Menurut konsensus, payroll diperkirakan tumbuh 190.000 selama Februari. Tapi sebagian kalangan meyakini angkanya bisa di atas 200 ribu. Hal lain yang menjadi perhatian pasar adalah data upah rata-rata. Pertumbuhan upah dianggap sebagai indikator inflasi, yang kenaikannya tentu semakin mendukung prospek kenaikan suku bunga.
Prospek kenaikan suku bunga the Fed mengangkat yield obligasi AS. Untuk tenor 10 tahun, yield naik sampai 2,618%, tertinggi sejak 16 Desember. Indeks dollar berada di 101,89 setelah turun 0,1% kemarin. Namun indeks sedang menuju penguatan mingguan kelima. Penutupan di atas 102,30 menjaga momentum bullish. Terhadap yen, dollar menguat 0,2% ke 115,20 setelah menguat 0,3% kemarin.
Sementara itu, euro rebound setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan mencabut referensi menggunakan semua alat untuk mendorong pertumbuhan dan inflasi karena tidak ada urgensi lagi. Ia juga mengatakan mencabut referensi untuk memangkas suku bunga dalam forward guidance dan menaikkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi untuk tahun depan. Euro menguat 0,1% ke $1,0595 setelah rebound 0,3% kemarin.

EURUSD

EURUSD 10 Mar

USDJPY

USDJPY 10 Mar

GBPUSD

GBPUSD 10 Mar

USDCHF

USDCHF 10 Mar

AUDUSD

AUDUSD 10 Mar