Strategydesk – Dollar stabil hari ini setelah menguat selama dua sesi sebelumnya didukung oleh prospek kenaikan suku bunga the Fed. Data ekonomi AS menambah momentum bullish pada dollar. Indeks harga produsen AS naik tajam selama Februari. Indeks PPI mencatat kenaikan terbesar dalam lima tahun. Kenaikan inflasi produsen ini menambah laju dollar dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Sebelum pengumuman the Fed, fokus pasar tertuju ke data inflasi dan penjualan ritel AS.
The Fed akan mengumumkan keputusan Kamis dini hari, diperkirakan menaikkan rate sebesar 25 bps ke 1%. Pasar akan berfokus pada pembaruan “dot plot” atau proyeksi pergerakan suku bunga ke depan. Pasar memperkirakan tiga kali kenaikan untuk tahun ini dan data payroll yang bagus menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan di Juni, setelah kenaikan bulan ini.
Indeks dollar berada di 101,68 setelah naik 0,3% kemarin. Level 102 menjadi resistance terdekat, bila ditembus, indeks bergerak menuju 102,20-102,30. Terhadap yen, dollar stabil di 114,80, terjebak dalam range yang sama selama empat sesi terakhir. Atas franc, dollar diperdagangkan di 1.,0094.
Beralih ke mata uang lain, pound anjlok setelah Parlemen Inggris meloloskan RUU Brexit, menjadi jalan pemerintah mengajukan Artikel 50. Sterling diperdagangkan di $1,2158 setelah melemah 0,7% kemarin. Sementara itu, euro tertekan menjelang pemilu legislatif Belanda, di mana partai populis mendapat suara besar. Euro diperdagangkan di $1,0614 setelah melemah 0,4% kemarin.

EURUSD

EURUSD 15 Mar

USDJPY

USDJPY 15 Mar

GBPUSD

GBPUSD 15 Mar

USDCHF

USDCHF 15 Mar

AUDUSD

AUDUSD 15 Mar