StrategyDesk (Selasa, 6 Maret 2018)

General Motors Co dan Ford Motor Co masing-masing berpeluang untuk alami pengurangan laba sebesar $1 milliar jika kebijakan kenaikan tarif tetap dijalankan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Goldman Sachs dalam laporan analisa mereka.

Baja merupakan material utama yang digunakan oleh GM dan Ford dalam memproduksi produk mereka, sehingga kedua perusahaan ini akan mengalami pukulan paling besar dari kenaikan tarif import baja.

Kekhawatiran terkait kenaikan tarif import baja dan almuniun berpeluang untuk menciptakan perang perdagangan internasional dan membuat pasar finansial alami gejolak dalam beberapa hari perdagangan, walaupun kemudian pada hari Senin kemarin Dow Jones industrial Average dan S&P 500 kembali alami pemulihan dari penurunannya.

Presiden Amerika Donald Trump pada minggu lalu keluarkan pengumuman akan menaikkan tarif import baja sebesar 25 persen dan kenaikan tarif import almunium sebesar 10 persen dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Pada bulan sebelumnya, pemerintah Amerika juga keluarkan pengumuman serupa yaitu kenaikan tarif import panel surya dan mesin cuci.

Dalam laporan tertanggal hari Jum’at minggu lalu, analis Goldman Sachs menyatakan saham-saham perusahaan produsen mesin juga akan peroleh pukulan keras dari kenaikan harga bahan baku tersebut.

Kinerja pergerakan harga saham GM dan Ford sejauh ini juga tidak terlalu baik. Dimana dalam 12 bulan terakhir keduanya telah alami penurunan. GM alami penurunan harga saham sebesar 1,4 persen dan Ford alami penurunan sebesar 16 persen, kondisi tersebut sangat kontras jika dibandingkan kinerja S&P 500 untuk periode yang sama, yang alami kenaikan sebesar 14 persen.