Harga minyak dunia diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada Kamis (15/3/2018) pagi WIB, karena para pedagang mempertimbangkan data persediaan Amerika Serikat yang bervariasi.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan mingguan pada Rabu (14/3) bahwa stok minyak mentah negara itu naik lima juta barel pekan lalu, lompatan terbesar sejak akhir Januari, mengalahkan ekspektasi pasar.

Namun, kenaikan stok minyak mentah tersebut sedikit diimbangi oleh penarikan tak terduga dalam persediaan bahan bakar minyak.

Persediaan bensin turun sebesar 6,3 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk penurunan 1,2 juta barel.

Stok distilasi, yang meliputi minyak diesel dan pemanas, berkurang 4,4 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi penarikan 1,5 juta barel, menurut laporan EIA.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik 0,25 dolar AS menjadi menetap di 60,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, bertambah 0,25 dolar AS menjadi ditutup pada 64,89 dolar AS per barel di ICE Futures London Exchange.

sumber: investing.com