StrategyDesk (Rabu, 7 Maret 2018)

Bursa saham dunia kembali alami penurunan pada hari Rabu (3/7/2018) ini setelah penasehat utama bagi perdagangan bebas Gedung Putih Amerika lakukan pengunduran diri. Berita tersebut memicu kekhawatiran bahwa Presiden Donald Trump masih akan tetap mencari jalan untuk dapat menerapkan kebijakan kenaikan tarif. Sebagaimana yang diketahu sebelumnya kebijakan tersebut dikhawatirkan akan menjadi penyebab utama terjadinya perang perdagangan internasional.

Penasehat ekonomi Gedung Putih Amerika Gary Cohn, diberitakan lakukan pengunduran diri pada hari Selasa kemarin.
Setelah dirilisnya berita pengunduran diri tersebut, terlihat indek acuan saham berjangka S&P 500 alami penurunan lebih dari 1 persen.

Indek MSCI yang merupakan indek acuan yang mengukur pergerakan saham wilayah Asia-Pacific di luar Jepang alami penurunan sebesar 0,3 persen, Sedangkan indek Nikkei Jepang alami penurunan sebesar 0,7 persen.

Saham di Australia juga alami penurunan sebesar 1,1 persen. Sedangkan indek Hang Seng alami penurunan sebesar 0,4 persen dan indek CSI 300, yang merupakan indek saham-saham papan atas China terlihat masih cenderung bergerak flat.
Disisi lain indek KOSPI Korea Selatan terlihat masih bertahan pada jalurnya dengan alami kenaikan sebesar 0,2 persen. Berita yang menyebutkan pihak Korea Utara yang mulai melunak dan bersedia lakukan perundingan terkait pengembangan senjata nuklir memberikan pengaruh positip bagi pergerakan saham Korea Selatan.

Untuk pasar mata uang, nilai tukar dollar Amerika terlihat alami penurunan paling tidak sebesar 0,6 persen menjadi 105,45 yen. Nilai tersebut terlihat kembali mendekati level harga terendah 16 bulan pada 105,24 yang terbentuk pada Jum’at minggu lalu.

Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, nilai tukar dollar terhadap Yen sempat alami kenaikan hingga mencapai level harga 106,470, didukung oleh meredanya kekhawatiran terkait kebijakan tarif Presiden Trump.

Terhadap Swiss Franc, nilai tukar dollar Amerika juga alami pelemahan, dengan penurunan sebesar 0,4 persen menjadi 0,9368 franc, sedangkan terhadap euro nilai dollar sedikit naik, dengan kenaikan 0,1 persen menjadi $1,2420.
Indek dollar, yang menghitung pergerakan dollar Amerika terhadap mata uang utama dunia lainnya alami penurunan sebesar 0,2 persen.

Dollar Canada dan Peso Mexico terlihat alami pelemahan, muncul kekhawatiran keluarnya Cohn akan memperbesar kemungkinan Amerika akan keluar dari NAFTA.

Dollar Canada alami penurunan sebesar 0,4 persen menjadi 1,2929 dollar Canada sedangkan Peso alami penurunan sebesar 0,4 persen menjadi 18,82 terhadap dollar Amerika.

Harga komoditi juga perlihatkan terjadinya penurunan karena adanya kekhawatiran gesekan-gesekan yang terjadi saat ini akan memperlambat pemulihan pertumbuhan ekonomi global.

Minyak mentah Brent yang sebelumnya alami kenaikan, pada hari ini terlihat alami penurunan, dengan besar penurunan 0,8 persen menjadi $65,27 per barrel.

Tembaga yang diperdagangkan di bursa ICE London alami penurunan sebesar 0,3 persen menjadi $6.981,50 per tonne alami koreksi harga dari hari sebelumnya yang alami kenaikan sebesar 1,4 persen.

Disisi lain harga acuan emas terlihat masih cukup kuat alami kenaikan dan menyentuh level harga $1.340,42 per ounce, harga tertinggi sejak 26 Februari.