Strategydesk – Dollar meraih level tertinggi dalam tiga minggu setelah pejabat the Fed menegaskan komitmen menaikkan suku bunga dan di tengah isu geopolitik. Greenback tetap menanjak meski data payroll mengecewakan.
Presiden the Fed distrik New York William Dudley mengatakan the Fed bisa menghindari menaikkan suku bunga saat mulai menyusutkan neracanya yang mencapai $4,5 triliun. Maksudnya, kenaikan rate tidak akan terjadi berbarengan dengan penyesuaian portofolio. Namun ia menegaskan kalau terjadi, itu hanya sekedar rehat sejenak, tidak akan mengganggu rencana kenaikan suku bunga.
Permintaan dollar juga terangkat oleh safe haven menyusul serangan rudal AS ke Suriah. AS melakukan serangan ke Suriah dengan meluncurkan 59 rudal. Serangan itu ditujukan ke pangkalan militer Shayrat dengan dalih balasan atas serangan gas beracun yang disebut dilakukan oleh Suriah. Pemerintahan Assad membantah telah melakukan hal tersebut.
Dollar tetap menguat meski data payroll AS di bawah prediksi. Payroll hanya tumbuh 80.000 selama Maret, jauh di bawah prediksi 180.000. Tapi tingkat pengangguran turun tajam ke 4,5% dari 4,7%. Selain itu, upah tumbuh 2,7%. Tidak ada data penting terjadwal di AS malam nanti, tapi Ketua the Fed Janet Yellen akan berpidato, layak ditunggu untuk mencari petunjuk.
Indeks dollar bertengger di 101,20 setelah naik 0,5% akhir pekan lalu. Indeks menghadapi resistance di 101,50 bila ditembus, indeks berpeluang ke 101,75-102,00. Terhadap yen dollar diperdagangkan di 111,31 setelah menguat 0,1% akhir pekan lalu. Sejak menyentuh 118 yen Desember lalu, dollar menjalamni fase koreksi. Pekan lalu, koreksi tersebut menyentuh Fibo Retracement 50%.

EURUSD

EURUSD 10 Apr

USDJPY

USDJPY 10 Apr

GBPUSD

GBPUSD 10 Apr

USDCHF

USDCHF 10 Apr

AUDUSD

AUDUSD 10 Apr