JP Morgan berikan peringatan bagi para trader saham, karena menurut mereka bursa saham saat ini memiliki kemungkinan untuk alami penurunan sebesar 40 persen dalam dua hingga tiga tahun kedepan. Pada intinya menurut JP Morgan penurunan tersebut cukup wajar untuk terjadi karena dalam dua tahun terakhir bursa saham di Amerika telah alami kenaikan.

Peringatan JP Morgan tersebut disampaikan oleh Co-President Daniel Pinto saat lakukan wawancara dengan Bloomberg Television pada hari Kamis (3/8/2008) ini. Terjadinya koreksi harga saham sebesar lebih dari 10 persen dari puncak kenaikannya merupakan hal yang wajar.

Koreksi harga saham sebesar 40 persen tersebut akan menghapus kenaikan bursa saham Amerika yang telah terjadi selama ini. Sebagai informasi tambahan, S&P 500 telah alami kenaikan sebesar 38 persen dalam dua tahun terakhir, sedangkan Dow Jones Industrial untuk periode waktu yang sama telah alami kenaikan sebesar 45 persen.

Pinto memperkirakan koreksi tersebut akan segera terjadi karena para pelaku pasar saat ini telah menaruh rasa khawatir yang cukup tinggi terhadap adanya kebijakan tarif yang akan di jalankan oleh Presiden Trump bagi impor baja dan almunium.

Trump diperkirakan akan menandatangani proposal kebijakan tarif pada pukul 3.30 p.m ET. Kebijakan tersebut akan berikan pengaruh besar khususnya terhadap rekan perdagangan Amerika yaitu Canada dan Mexico.

JP Morgan bukanlah satu-satunya perusahaan investasi yang berikan peringatan akan kemungkinan terjadinya koreksi harga saham. Sebelumnya Goldman Sachs juga berikan perkiraan akan adanya kenaikan tingkat suku bunga surat hutang pemerintah jangka waktu 10 tahun yang akan menyebabkan terjadinya penurunan bursa saham antara 20 persen hingga 25 persen.