StrategyDesk (Senin, 5 Maret 2018)

Presiden Amerika Donald Trump akan kembali menjadi perhatian pasar. Pada akhir pekan kemarin Trump kembali keluarkan pernyataan bahwa ia akan berikan tambahan pajak bagi kendaraan impor dari Eropa jika pihak European Union tetap bersikeras memprotes keputusannya terkait kenaikan tarif import almunium dan baja.

Terkait pernyataan Trump tersebut, saham perusahaan otomotif BMW alami penurunan lebih dari 1 persen pada awal perdagangan sore hari ini di Eropa, dan Daimler alami penurunan sebesar 0,6 persen. Sedangkan saham Volkswagen terlihat cenderung bergerak flat.

Sebelumnya pada minggu lalu, Trump mengumumkan akan menaikkan tarif import baja sebesar 25 persen dan tarif import almunium sebesar 10 persen. Mengetahui kebijakan tersebut, pihak European Union keluarkan pernyataan bahwa mereka akan menaikkan tarif import barang buatan Amerika jika Amerika tetap bersikeras menjalankan kebijakannya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kalangan analis menaruh kekhawatiran akan terjadinya perang perdagangan internasional. Dan jika perang perdagangan tersebut benar-benar terjadi maka berpeluang untuk berikan pukulan bagi penyerapan tenaga kerja Amerika serta menurunkan aktifitas perdagangan internasional.

Berita terkait saham datang dari saham perusahaan asuransi AXA. Harga saham perusahaan tersebut alami penurunan sebesar 7 persen pada perdagangan di bursa Paris setelah perusahaan asuransi tersebut menyatakan akan lakukan akuisisi terhadap perusahaan pesaingnya XL Group senilai $15,3 milliar dalam bentuk tunai.

Nilai penawaran tersebut lebih tinggi 33 persen diatas harga penutupan saham XL pada hari Jum’at minggu lalu. XL Group sahamnya di perdagangkan di bursa New York Stock Exchange dan memiliki peluang untuk berikan pengaruh positip bagi bursa saham di Amerika.

Berita dari perusahaan raksasa Eropa lainnya datang dari Siemens. Perusahaan Jerman tersebut menyatakan bahwa nilai IPO (initial Public Offering) pada divisi “Health Care” mereka kemungkinan besar akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Rencananya, perusahaan tersebut akan menjual sebesar 15 persen kepemilikannya di Healthineers pada bursa Frankfurt Stock Exchange pada 16 Maret mendatang. Sebelumnya pada investor menaruh harapan Siemens akan melepas kepemilikannya lebih dari 15 persen.

Siemens perkirakan akan peroleh pemasukan hingga 4,7 milliar euro ($5,7 milliar) dari IPO tersebut.

Bursa saham di Itali untuk hari ini akan menjadi sorotan para pelaku pasar. Kondisi tersebut terkait hasil dari pemilu nasional negara tersebut yang berlangsung pada hari Kamis kemarin. Dari hasil pemilu didapatkan bahwa partai “anti-establishment” alami kenaikan jumlah pemilih. Bursa saham Itali pada perdagangan sore hari ini alami penurunan sebesar 1,3 persen pada awal perdagangannya.

Akibat adanya kenaikan dari jumlah pemilih pada partai “anti-establishment” tersebut maka secara keseluruhan hasil voting menunjukkan tidak adanya partai dengan mayoritas pemilih, walaupun demikian partai populer Five Star Movement membuat perolehan signifikan dan berpeluang menjadi partai yang dominan di parlemen.

Di Jerman, Cancellor Angela Merkel sudah berada pada posisi Aman telah alami bulan-bulan dengan ketidak pastian kondisi politik.

Social Democratic Party peroleh voting untuk berikan dukungan baru bagi koalisi dengan Christian Democrats Merkel, sehingga menjadi akhir dari periode deadlock yang telah berjalan hampir enam bulan.

Bursa saham Jerman pada sore hari ini terlihat alami kenaikan sebesar 1 persen pada awal pembukaannya.

Berita dari Asia yang berpeluang untuk berikan sentimen bagi pergerakan bursa saham Amerika pada hari ini datang dari China. Pada hari ini pemerintah China keluarkan pengumuman target pertumbuhan ekonomi China untuk 2018. Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh pemerintah China tersebut, diperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan alami perlambatan pada tahun ini.

Target pertumbuhan ekonomi China untuk tahun ini adalah 6,5 persen yang disampaikan pada hari Senin (3/5/2018). Target tersebut lebih rendah dari kisi-kisi perkiraan target pertumbuhan ekonomi China yang disampaikan oleh pemerintah China pada tahun lalu, yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan sebesar 6,9 persen.

Walaupun demikian, target pertumbuhan ekonomi China tersebut sesuai dengan perkiraan para ekonom. Penjelasan mengenai target pertumbuhan ekonomi China disampaikan sebagai kata pembuka dalam Kongres tahunan National People COngress, yang merupakan pertemuan tahunan para pemegang kebijakan pemerintahan di China.

Pemerintah China beralasan bahwa pertumbuhan ekonomi China alami perlambatan disebabkan mereka harus mengurangi resiko sistem finansial mereka dan juga harus lakukan penutupan usaha-usaha yang dianggap tidak efisien, termasuk juga pabrik-pabrik dengan polusi tinggi.

Secara keseluruhan sampai berita ini diturunkan, indek acuan berjangka Amerika terlihat cenderung bersahabat, sedangkan bursa Eropa mulai alami pemulihan dari penurunannya.

Sebagian besar bursa saham Asia pada hari ini ditutup dengan alami penurunan.

Pada minggu lalu, Dow Jones industrial average, S&P 500 dan Nasdaq terlihat seluruhnya mulai alami pengurangan dari penurunannya. Dow dalam lima hari perdagangan terakhir alami penurunan paling besar dengan penurunan sebesar 3,1 persen.