StrategyDesk (Senin, 5 Maret 2018)

Harga saham Qualcomm Inc alami penurunan sebesar 1,8 persen pada perdagangan premarket sore hari Senin (3/5/2018) ini. Penurunan tersebut terjadi setelah pertemuan tahunan untuk lakukan voting pembelian Broadcom Ltd alami penundaan menunggu hasil investigasi yang akan dilakukan oleh Committee on Foreign Investment in The United States (CFIUS) terkait kesepakatan pembelian tersebut.

Terkait informasi tersebut, Broadcom menyatakan bahwa mereka baru menerima informasi mengenai investigasi oleh CFIUS pada Minggu malam waktu setempat, yang mana investigasi tersebut sebenarnya merupakan permintaah Qualcomm yang dibuat pada 29 Januari silam, dimana saat permintaan tersebut diajukan Broadcom sama sekali tidak memperoleh informasi apapun.

Dalam laporan resminya terkait investigasi tersebut, Broadcom menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan tindakan yang secara terang-terangan karena menemu jalan buntu yang dilakukan oleh Qualcomm guna memperkuat dewan direksi incumbent dan mencegah para pemegang sahamnya sendiri untuk dapat memilih calon direktur independent Broadcom.

Broadcom merupakan perusahaan yang berbasis di Singapore, tetapi perusahaan tersebut telah berjanji untuk memindahkan kantor pusatnya ke Amerika dan menyatakan bahwa dewan direksi perusahaan dan juga manajemen senior perusahaan sebagian besar merupakan orang Amerika.

Pada premarket sore hari ini, saham Broadcom alami penurunan sebesar 0,2 persen. Dan dalam tiga bulan terakhir, saham Qualcomm alami kenaikan sebesar 0,1 persen sedangkan Broadcom alami penurunan sebesar 4,1 persen, bandingkan dengan S&P 500 yang alami kenaikan sebesar 2,4 persen pada periode yang sama.