Strategydesk – Dollar memulai perdagangan awal kuartal kedua dengan tertekan, setelah terkoreksi akhir pekan lalu karena data yang mengecewakan dan pernyataan beberapa pejabat the Fed.
Serangkaian data ekonomi Jumat lalu menegaskan pandangan bawha ekonomi tumbuh tapi tidak terlalu pesat. Pembelanjaan konsumen hampir tidak tumbuh selama Februari di tengah tertundanya pengembalian pajak pendapatan. Rendanya pembelanjaan konsumen mengecewakan pasar. Tapi inflasi mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam lima tahun.
Pernyataan pejabat the Fed juga menekan dollar. Presiden distrik New York William Dudley mengatakan bank sentral AS itu bisa mulai mengurangi obligasinya tahun ini, tapi juga menegaskan tidak terburu-buru memperketat kebijakan. Presiden distrik St. Louis James Bullarda dan Minneaplois Neel Kashkari mengatakan suku bunga bisa naik lagi tahun ini, tapi mereka hati-hati soal ekonomi AS.
Minggu ini, pasar menunggu data payroll, yang menjadi penentu arah dollar. Sepanjang minggu lalu, dollar mendapat dorongan dari pembelian akhir bulan. Tapi greenback masih dibayangi oleh ketidakpastian arah kebijakan fiskal pemerintahan Trump. Indeks dollar turun 0,1% ke 100,43 setelah naik selama tiga sesi sebelumnya. Indeks diperkirakan bergerak antara 100,00-100,80. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 111,33 setelah melemah 0,4% akhir pekan lalu.

EURUSD

EURUSD 3 Apr

USDJPY

USDJPY 3 Apr

GBPUSD

GBPUSD 4 Apr

USDCHF

USDCHF 4 Apr

AUDUSD

AUDUSD 4 Apr