Strategydesk – Minyak sedikit rebound hari ini setelah mengalami koreksi signifikan kemarin, tapi lajunya tertahan oleh data yang menunjukkan output Rusia tidak mengalami penurunan.

oilfieldMinyak rebound hari ini setelah terjungkal karena data cadangan AS yang berlimpah. Menurut Energy Information Administration (EIA), cadangan minyak AS mencapai rekornya di 520,2 juta barel minggu lalu. Tekanan ke harga minyak juga datang dari dollar, yang menguat di tengah mencuatnya prospek kenaikan suku bunga the Fed.

Output minyak Rusia selama Februari tidak berubah dari Januari, tetap di 11,11 juta barel per hari (bph), data kementerian energi menunjukkan. Jumlah itu berarti hanya sepertiga dari yang dijanjikan Moskow dalam kesepakatan dengan OPEC, yaitu memangkas produksi selama satu semester untuk mengembalikan keseimbangan pasar.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan terlalu dini untuk mengatakan kesepakatan itu bisa diperpanjang lewat Juni. OPEC, Rusia dan produsen lainnya belum menyepakati tingkat output untuk kuartal kedua. Meski produksi AS meningkat dan output Rusia tetap, OPEC justru meningkatkan tingkat kepatuhan kesepakatan menjadi 94%, memangkas output untuk dua bulan berturut-turut.

Pada jam 16:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman April naik 33 sen ke $53,05 setelah jatuh $1,05 kemarin. Sebelum penurunan tajam kemarin, harga berkonsolidasi di kisaran $53-55 per barel selama tiga minggu. Bila ditutup di bawah $52,70, harga berpotensi menuju $52,50-52,30.