Strategydesk – Minyak masih tertekan hari ini di tengah kekhawatiran mengenai bertambahnya pasokan AS. Selain itu, ketidakpastian mengenai berlanjutnya kesepakatan pemangkasan turut mempengaruhi sentimen pasar.

Oil 3Energy Information Administration (EIA), lembaga di bawah naungan Departemen Energi AS, akan mengumumkan data cadangan minyak malam nanti. Ada kekhawatiran data itu akan kembali menunjukkan bertambahnya cadangan, terutama setelah semalam American Petroleum Institute (API) mengatakan stok minyak komersial meningkat 11,6 juta barel minggu lalu. Minggu lalu, EIA melaporkan cadangan minyak AS mencapai rekor di 520 juta barel.

Sejak itu, harga jatuh ke bawah $53 per barel, yang sempat menjadi support yang kuat. Harga memang kesulitan menembus level $55 karena fakta melimpahnya produksi di AS karena shale oil. Di sisi lain, harga mampu bertahan di tengah pemangkasan output yang dilakukan OPEC dan produsen besar lainnya seperti Rusia.

Namun Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih menyampaikan pesan yang beragam mengenai prospek pemangkasan produksi selanjutnya. Berbicara dalam konferensi energy CERAWeek di Houston, Texas, ia mengatakan kesepakatan pemangkasan memperbaiki fundamental pasar. Tapi masih terlalu dini untuk mempertimbangkan melanjutkannya di semester kedua.

Pada jam 16:40 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman April turun 10 sen ke $52,66 dengan sempat menyentuh low di $52,61. Bila ditutup di bawah $52,50, harga terancam bergerak menuju $52,30-52,00. Level $53 kini menjadi resistance, kalau ditembus, harga mendapat hambatan lebih kuat di $53,30.