outlookPada hari Rabu (2/2/2017) kemarin, setelah President Donald Trump berbicara menjelang pertemuan dengan pihak Kongres, bursa saham di Amerika terlihat bukukan kenaikan dan menjadi kinerja bursa saham terbaik untuk tahun ini.

Dow terlihat alami kenaikan hingga mencapai 300 poin dan ditutup pada level harga 21.000 untuk pertama kalinya, sedangkan S&P 500 sempat melampaui level harga 2.400 untuk pertama kalinya, walaupun kemudian ditutup pada level harga 2.395.

Trump sebenarnya hanya berikan penjelasan terbatas dalam pernyataannya tetapi pasar terlihat sangat menyukainya, dan diperkirakan pernyataan Trump masih ada kelanjutannya.

Untuk hari Kamis (3/2/2017) ini, dari sisi data ekonomi terlihat hanya ada sejumlah data ekonomi ringan yang akan dirilis, dengan data utama adalah data laporan dari sektor tenaga kerja, yaitu initial jobless claims. Diperkirakan jumlah klaim pengangguran akan dirilis pada angka 245.000 sedikit alami kenaikan dibandingkan minggu lalu, yaitu 244.000.

Saham perusahaan Snap pada hari ini akan memuali perdagangan perdananya di bursa saham, dan diperkirakan akan berikan cerita yang cukup menarik. Selain IPO saham Snap yang diyakini akan berikan cerita yang cukup menarik, pada hari ini saham Abercrombie & Fitch, Kroger, Costco dan Sears juga akan menjadi perhatian utama terkait laporan earning yang akan disampaikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

IPO perdana untuk tahun ini pada saham Snap akan menjadi target perhatian utama pelaku pasar dan perusahaan ini merupakan perusahaan teknologi pertama yang lakukan IPO dalam beberapa tahun setelah sebelumnya Alibaba lakukan IPO pada 2014 silam.

Snap yang merupakan perusahaan induk dari produk program pengiriman pesan SnapChat akan memulai debut perdananya diperdagangkan di New York Stock Exchange pada hari Kamis ini. Berdasarkan laporan ada indikasi harga IPO saham ini akan berada pada $17 per lembar saham, dengan nilai total sedikit dibawah $24 milliar.

Terkait IPO Snap tersebut, informasi paling menonjol adalah bahwa perusahaan ini dipimpin oleh seoran CEO berumur 26 tahun yang bernama Evan Spiegel. CEO Snap digadang-gadangkan akan menjadi pengganti Steve Jobs dalam dunia teknologi.

Tetapi dari sisi lain, perusahaan Snap sebenarnya bukanlah perusahaan yang terlalu menguntungkan. Sebagai informasi tambahan “cost of revenue per user” perusahaan ini terus alami kenaikan sehingga membuat kerugian per pengguna juga alami kenaikan. Para investor Snap menaruh harapan besar bahwa perusahaan ini akan mampu berubah seperti yang dilakukan oleh Facebook dibandingkan kearah perubahan yang dilakukan Twiter, tetapi belum ada jaminan pasti akan seperti apa perusahaan ini kedepannya, sehingga resiko investasi pada saham ini dinilai masih cukup besar kedepannya.