StrategyDesk (Senin, 21 Mei 2018)
Bursa saham pada hari Senin ini alami kenaikan, yang didukung oleh pernyataan Menteri Keuangan Amerika Steven Mnuchin yang menyatakan bahwa perang perdagangan antara Amerika dan China sementara dihentikan setelah adanya perjanjian untuk menurunkan tarif impor antara kedua negara.

Indek acuan saham berjangka Amerika S&P mini ESc1 alami kenaikan sebesar 0,6 persen pada sesi perdagangan Asia pagi hari ini.

Indek MSCI Asia-Pacific yang mengukur pergerakan saham Asia di luar Jepang alami kenaikan sebesar 0,55 persen pada awal perdagangan hari ini, dengan kenaikan terbesar disumbang dari kenaikan saham-saham China. Hang Seng Hong Kong HSI alami kenaikan sebesar 1 persen, dan saham Taiwan alami kenaikan sebesar 1,1 persen serta saham China daratan alami kenaikan sebesar 0,4 persen.

Nikkei Jepang alami kenaikan sebesar 0,4 persen.

Mnuchin dan penasehat ekonomi utama Presiden Amerikan Donal Trump, Larry Kudlow, menyatakan bahwa perjanjian negosiasi antara Amerika dan China tercapai pada hari Sabtu kemarin dan akan menjadikan keseimbangan perdagangan antara kedua negara dimasa yang akan datang.

Terkait kenaikan harga acuan minyak mentah yang terjadi akhir-akhir ini, untuk saat ini, harga acuan minyak mentah masih terlihat bertahan pada level harga mendekati tertinggi tiga setengah tahun.

Para pelaku pasar untuk saat masih akan tetap perhatikan perkembangan-perkembangan terbaru dari Venezuela, dimana Presiden Nicolas Maduroterlihat sedang persiapkan untuk lakukan pemilu ulang, dan kondisi tersebut akan menjadi pemicu akan adanya sangsi tambahan dari Amerika dan negara European Union serta Latin America.

Harga minyak mentah yang alami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir terjadi akibat terganggunya suplai minyak mentah dari Venezuela dan ketegangan timur tengah.

Kontrak berjangka minyak mentah Amerika CLc1 alami kenaikan 0,8 persen menjadi $71,83 per barrel, mendekati level tertinggi 3,5 tahun pada $72,30 sedangkan kontrak berjangka Brent LCOc1 alami kenaikan 0,8 persen menjadi $79,10 per barrel, kontrak minyak mentah ini sempat alami kenaikan mencapi level harga $80,50 pada minggu lalu, yang mana merupakan level harga tertinggi sejak November 2014.