Penjualan rumah tertunda di Amerika Serikat dirilis anjlok -2.8 persen jika dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0.6 persen setelah bulan sebelumnya merilis kenaikan 0.8 persen. Level penurunan tersebut merupakan level terendah dalam periode setahun terakhir. Kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki di AS turun pada bulan Januari terkait faktor kekurangan persediaan di daerah Midwest dan Barat, seperti dirilis oleh National Association of Realtors pada hari Senin.

NAR mengatakan indeks penjualan rumah tertunda, berdasarkan kontrak yang ditandatangani bulan lalu, turun 2,8 persen menjadi 106,4. Indeks penjualan rumah tertunda untuk bulan Desember direvisi naik ke 109,5.

Analis yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan kenaikan 0,9 persen pada Januari. Indeks bulan lalu, namun, masih 0,4 persen lebih tinggi dari pada Januari 2016.

Pembeli dengan mudah melebihi jumlah penjual di beberapa daerah perkotaan, cetus Lawrence Yun kepala ekonom NAR dalam sebuah pernyataan.

“Terutama di Barat, tidak jarang melihat rumah untuk dilepas ke pasar dalam waktu satu bulan,” pungkas Yun.

Diseluruh wilayah pada empat distrik, kontrak pada Januari meningkat 2,3 persen untuk di bagian Utara dan naik tipis 0,4 persen di Selatan. Yang kontras dengan penurunan dari 9,8 persen di Barat dan 5,0 persen di Midwest.

NAR melaporkan pekan lalu bahwa penjualan rumah AS yang ada mencapai level tinggi 10 tahun pada bulan Januari karena pembeli mengabaikan harga yang lebih tinggi dan tingkat hipotek.