StarategyDesk (Rabu, 7 Maret 2018)

Nilai tukar dollar Amerika alami penurunan pada hari Rabu ini setelah penasehat utama bagi kebijakan perdagangan bebas di Gedung Putih diberitakan mengundurkan diri. Dengan pengunduran diri tersebut ada kemungkinan yang cukup besar Donald Trump akan terus lanjutkan kebijakannya dalam menaikkan tarif import sehingga kemungkinan terjadinya perang perdagangan internasional kembali meningkat.

Gary Cohn penasehat Gedung Putih yang lakukan pengunduran diri tersebut merupakan mantan bankir Wall Street dan dalam kabinet Trump ia dinilai sebagai orang yang menentang kebijakan Tarif Import.

Nilai tukar dollar Amerika alami pelemahan hingga 105,45 Yen, yang mana angka tersebut mendekati level harga terendah 16 bulan yang terbentuk pada Jum’at minggu lalu yaitu 105,24 Yen.

Penurunan dibawah level harga 105,24 Yen berpeluang untuk membuat dollar terus alami pelemahan mencapai level harga 101,19 Yen, yang mana level harga tersebut merupakan level harga terendah yang terbentuk pada November 2016, sesaat setelah Trump memenangkan pemilu Presiden Amerika.

Terhadap Swiss Franc, dollar alami pelemahan sebesar 0,3 persen menjadi 0,9379 franc.

Pelemahan dollar Amerika membuat sejumlah kalangan investor menjadi khawatir, karena akan membuat harga barang-barang import alami kenaikan harga, walaupun disatu sisi eksport dapat alami kenaikan, tetapi mengingat Amerika merupakan negara importir maka pelemahan dollar akan memiliki pengaruh buruk bagi negara tersebut.

Sejak Presiden Trump menyatakan niatnya untuk menaikkan Tarif import pada Kamis minggu lalu, indek dollar Amerika telah alami pelemahan sebesar 1,3 persen terhadap mata uang utama dunia lainnya menjadi berada pada level 89,55.
Dollar Canada alami penurunan sebesar 0,4 persen menjadi 1,2929 dollar Canada sedangkan Peso alami penurunan sebesar 0,4 persen menjadi 18,82 terhadap dollar Amerika.