StrategyDesk (Senin, 5 Maret 2018)

Harga acuan minyak mentah alami kenaikan pada Senin (3/5/2018) ini. Adanya laporan penurunan suplai minyak mentah dari Libya yang keluar pada akhir pekan kemarin menjadi penyebab utamanya.

Minyak mentah jenis Brent, alami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi $64,78 per barel pada perdagangan di ICE Futures Exchange London. Sedangkan West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York Merchantile Exchange alami kenaikan sebesar 0,2 persen menjadi $61,40 per barrel.

Laporan yang keluar pada akhir pekan kemarin menyebutkan bahwa produksi minyak mentah di Libya alami penurunan kurang lebih sebesar 380.000 barrel per hari.

Berita terkait minyak mentah lainnya juga datang dari Venezuela. Negara tersebut alami krisis ekonomi yang menyebabkan timbulnya ketidak pastian terhadap produksi minyak dari negara ini. Pada hari Kamis minggu lalu juga keluar berita dari Venezule yang menyebutkan adanya penundaan selama satu bulan terhadap pemilihan presiden, yang seharusnya berlangsung pada 22 April, sehingga memicu kekhawatiran akan kesetabilan politik negara tersebut.

Minyak mentah Jenis brent sebenarnya telah alami penurunan sebesar 9 persen sejak harganya sentuh level harga tertinggi dalam 3 tahun pada level harga $70 per barrel yang terbentuk pada Januari silam. Adanya tekanan dari peningkatan output minyak mentah Amerika menjadi penyebab utama penurunan tersebut.

Internatioal Energy Agency pada hari Senin (3/5/2018) ini memperkirakan Amerika akan menjadi salah satu negara produsen minyak mentah terbesar dunia pada 2023 mendatang dengan jumlah produksi akan sentuh rekor tertingginya sebesar 12,1 juta barrel per hari. Jumlah tersebut hanya berselisih sebesar 2 juta barrel per hari dari produksi tahun 2018.

Adanya perkembangan teknologi yang cepat dan meningkatnya efisiensi industri perminyakan Amerika membuat negara tersebut alami peningkatan produksi minyak mentah. Amerika saat ini dapat lakukan pengambilan minyak mentah dari lapisan karang yang mana sulit dilakukan oleh perusahaan minyak lainnya.