StrategyDesk (Kamis, 15 Maret 2018)
Juru bicara Gedung Putih pada hari Rabu malam kemarin menyatakan bahwa kabinet pemerintahan Trump akan lakukan tekanan bagi China untuk memotong surplus perdagangan China ke Amerika sebesar $100 milliar. Pernyataan tersebut secara jelas telah mengklarifikasi tweet Presiden Donald Trump pada minggu lalu, yang menyatakan mengenai pengurangan ketidak seimbangan perdagangan antara China-Amerika.

Pada tahun 2017 berdasarkan data departemen statisik, Amerika bukukan rekor defisit perdagangan dengan China senilai $375 milliar. Jumlah tersebut mewakili sebesar 2/3 dari jumlah perdagangan defisit global Amerika dengan total nilai $566 milliar.

Sedangkan versi laporan China, mereka menyatakan surplus perdagangan ke Amerika untuk 2017 adalah $276 milliar, yang merupakan 2/3 dari surplus perdagangan global China dengan nilai total $422,5 milliar.

Terkait tekanan untuk menurunkan surplus perdagangan China senilai $100 milliar tersebut, juru bicara Gedung Putih saat di konfirmasi mengenai strategi Amerika untuk mewujudkan hal tersebut menolak untuk berikan penjelasan. Sehingga muncul pertanyaan terkait rencana tersebut apakah penurunan surplus tersebut dilakukan dengan lakukan ekport barang produksi Amerika yang lebih besar ke China atau pengurangan impor barang dari China.

Tetapi pernyataan kabinet kerja Trump sebelumnya yang menyatakan bahwa mereka sedang persiapkan adanya kenaikan tarif terhadap produk impor IT, peralatan telekomunikasi dan produk konsumsi dari China senilai $60 milliar kurang lebih dapat menjawab pertanyaan tersebut. Amerika juga saat ini akan menggunakan pelanggaran hak paten yang dilakukan oleh China guna membatasi masuknya barang China ke Amerika.

Terkait pelanggaran hak paten, pihak Amerika berkali-kali lakukan protes terhadap China khususnya terkait kebijakan investasi China yang mengharuskan perusahaan Amerika untuk lakukan transfer teknologi dengan perusahaan “joint Venture” untuk dapat mengakses pasar China.

Dengan kondisi-kondisi tersebut, maka ketegangan perdagangan antara Amerika dan China sepertinya sulit untuk dihindari dan kondisi tersebut akan menyebabkan perang perdagangan yang tidak hanya melibatkan kedua negara tetapi juga akan berikan pengaruh keseluruh dunia.

Dan dampaknya dalam jangka pendek kebijakan Trump tersebut akan menciptkan inflasi yang cukup tinggi khususnya di Amerika, mengingat barang-barang import dari China dikenal dengan harganya yang relatif murah.