Pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel memberi dorongan positif bagi pergerakan Euro pada sesi awal pekan Senin kemarin, dengan mengatakan bahwa mata uang tunggal Eropa  “terlalu lemah” yang disebabkan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa, sehingga barang-barang hasil industri Jerman relatif murah. 

Wajar, demikian para analis menilai, keluarnya komentar Markel setelah pasar dan menteri keuangan Wolfgang Schaeuble terus mengkritik kebijakan pelonggaran moneter yang dikeluarkan oleh ECB, bahwa kebijakan itu telah meningkatkan risiko krisis keuangan global versi baru, suatu sentimen yang selalu ditolak oleh Presiden ECB Mario Draghi.

Sampai pada tulisan ini dimuat, EUR/USD sudah sampai ke level 1,1262 mendekati tertinggi di bulan November 2016 lalu (1,13).