Strategydesk Dollar stabil hari ini setelah rebound kemarin, terjaga dari kejatuhan dalam berkat prospek kenaikan suku bunga the Fed. Fed fund futures menempatkan probabilitas 86% terjadi kenaikan suku bunga dalam rapat bulan ini, naik dari 60% beberapa hari sebelumnya, ,menurut hasil survey CME Group. Data semalam menunjukkan factory orders AS naik 1,2% selama Januari dan durable goods orders tumbuh 2%. Data bagus mendukung prospek kenaikan suku bunga.
Data non-farm payroll Jumat nanti menjadi penentu arah dollar selanjutnya. Angka pertumbuhan yang bagus tentunya bisa mendukung prospek kenaikan suku bunga dalam rapat the Fed yang digelar pada 14-15 Maret nanti. Namun para analis mengatakan reli dollar tetap akan dibayangi oleh ketidakpastian kebijakan Trump. Dollar tetap terhambat selama Trump belum mengumumkan kebijakan ekonomi yang detil.
Dollar sempat terkoreksi akibat profit taking dan risk aversion yang dipicu oleh isu rudal Korut. Indeks dollar bertengger di 101,62 setelah naik 0,2% kemarin. Indeks masih bergerak dalam range 101-102. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 113,96, masih belum mampu menembus kembali 104.
Beralih ke mata uang lain, euro jatuh akibat ketidakpastian politik di Perancis. Marine Le Pen, kandidat presiden dari kubu populis, yang anti euro dan Uni Eropa, semakin meraih popularitas. Sentimen pasar semakin jatuh setelah mantan perdana menteri Alain Juppe mengatakan tidak bersedia menggantikan Francois Fillon yang terkena skandal. Polling menyebutkan bila Juppe maju, bisa menyaingi Le Pen. Euro diperdagangkan di $1,0590 setelah melemah 0,2% kemarin.
Sementara itu, aussie tertekan setelah RBA mempertahankan suku bunga di 1,50%. Karena sudah diprediksi dan tidak ada kejutan, para bulls mengurangi posisi. Aussie menguat 0,1% di $0,7602 setelah sempat menyentuh $0,7628.

EURUSD

EURUSD 7 Mar

USDJPY

USDJPY 7 Mar

GBPUSD

GBPUSD 7 Mar

USDCHF

USDCHF 7 Mar

AUDUSD

AUDUSD 7 Mar