Presiden Trump dijadwalkan untuk berbicara via telepon lagi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa. Panggilan tersebut dijadwalkan pada pukul 12.30 sore di Oval Office, kata Gedung Putih pada Senin malam.

Topik pembicaraan tidak diungkapkan, dan sementara Gedung Putih tidak memberikan rincian lebih lanjut kepada media, topik diskusi potensial termasuk perang sipil di Suriah, kejadian yang sedang berlangsung di Turki, dan tentu saja, kebuntuan Korea Utara.

Trump dan Putin telah beberapa kali berbicara sejak pemilihan Trump, termasuk bulan lalu setelah serangan di St. Petersburg, yang dikutuk Trump.

Bulan lalu Trump mengkonfirmasi apa yang dikatakan juru bicara Putin Dmitry Peskov sebelumnya bahwa hubungan A.S.-Rusia “mungkin berada pada titik terendah sepanjang masa.” Ini adalah pembalikan dari retorika selama kampanyenya, ketika Trump mengatakan bahwa dia berharap dia dan Putin dapat bekerja sama dalam perang melawan terorisme. FBI dan investigasi kongres berlanjut ke kontak kampanye Trump dengan Rusia dan campur tangan Rusia dalam pemilihan.

Secara terpisah, sebelumnya media Jepang melaporkan bahwa Trump juga telah mengadakan telepon 30 menit dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Karena belum ada pembacaan resmi dari Gedung Putih, topik pembicaraan juga tidak diketahui.

Menarik untuk disimak efek dari telewicara antara ketiga pemimpin dunia pada bursa derivatif yang akan menambah bumbu penghanggat bagi pergerakan di bursa komoditas dan mata uang.