Strategydesk – Saham Asia bergerak variatif hari ini menyusul kejatuhan Wall Street karena tertundanya voting RUU kesehatan di Kongres AS. Tiga indeks utama AS melemah hari ini setelah Kongres menunda rencana voting rancangan yang ditujukan untuk mengganti Obamacare. Tekanan juga datang dari sektor energi, menyusul penurunan harga minyak. Indeks Dow Jones melemah 0,1% dan mencatat penurunan untuk enam sesi berturut-turut. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq juga masing-masing turun 0,1%.
Para investor dan analis memandang voting ini menjadi indikator apakah Presiden Trump mampu mengggolkan perubahan kebijnakan seperti pemotongan pajak, stimulus fiskal dan deregulasi. Ada konsensus bahwa RUU kesehatan itu menjadi awal terlaksananya seluruh agenda Trump. Bila RUU ini terus tertunda, maka agenda lain sulit terwujud dalam waktu dekat.

Nikkei
Indeks Nikkei menguat hari ini didorong oleh pelemahan yen, tapi lajunya tipis karena kejatuhan Wall Street. Setelah jatuh sampai level terendah dalam 1,5 bulan, indeks Nikkei punya peluang untuk rebound, namun harus diiringi pula oleh depresiasi yen.
Support : 18900, 18860, 18820
Resistance : 19180, 19220, 19250

Kospi
Indeks Kospi melemah hari ini karena kejatuhan afiliasi Samsung setelah Samsung Electronics mengatakan sulit menerapkan struktur perusahaan holding saat ini. Selain itu, setelah menyentuh level tertinggi dalam enam tahun, banyak investor yang cenderung profit taking.
Support : : 281.25, 280.60, 280.00
Resistance : 285.00, 285.70, 286. 20

Hang Seng
Indeks Hang Seng flat hari ini di saat investor menunggu voting tertunda rancangan kesehatan AS yang baru, yang dianggap sebagai indikator kesuksesan Presiden Trump mewujudkan agendanya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi dalam 2,5 tahun tiga hari yang lalu.
Support : : 24300, 24220, 24160
Resistance : 24460, 24530, 24620

Emas
Emas terpantau sedang melanjutkan koreksinya setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu, didorong oleh aksi teror di London. Namun aksi ambil untung menerjang, di saat dollar mulai coba bangkit.
Emas biasanya naik ketika ada ketakutan, ketidakpastian atau volatilitas di pasar lain. Sejauh ini, emas sudah naik 8,5% setelah jatuh akhir Desember. Sepanjang tahun ini, emas bergerak fluktuatif di tengah volatilitas dollar, isu kebijakan the Fed, dan perkembangan geopolitik. Status emas sebagai safe haven biasanya terangkat bila ada berita gejolak politik. Pasar kini menyorot pemilu presiden Perancis, di mana ada kandidat yang ingin negara itu lepas dari Uni Eropa.
Support : : 1242, 1238, 1234
Resistance : 1250, 1253, 1257