Strategydesk – Saham Asia bergerak variatif hari ini meski Wall Street menguat dan data manufaktur China keluar bagus. Tiga indeks utama AS ditutup menguat tipis dini hari ini, didorong oleh sektor keuangan dan energi. Data PDB AS yang direvisi naik juga turut mengangkat sentimen investor. PDB kuartal keempat direvisi menjadi 2,1% dari 1,9%. Indeks Dow Jones menguat 0,33% dan indeks S&P 500 naik 0,3%. Sedangkan indeks Nasdaq menanjak 0,3% ke rekor baru.
Di Asia, data ekonomi China keluar positif, namun sejauh ini belum memberikan dampak berarti. Indeks PMI manufaktur China naik ke 51,8 di Maret danri 51,6 di Februari. Sedangkan indeks PMI jasa naik ke 55,1 dari 54,2. Di Jepang, inflasi tahunan melambat ke 0,3% dari Maret dari 0,4% di Februari, tapi lebih baik dari prediksi 0,2%. Di sisi lain, tingkat pengangguran turun ke 2,8%, terendah sejak 1994.
Faktor valuasi mempengaruhi pergerakan bursa global. . Price-to-earnings ratio Indeks S&P 500 sudah mencapai 24,9, melebihi rata-rata 16,8. Di kawasan regional, indeks Hang Seng dan Kospi meraih level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Nikkei
Indeks Nikkei dibuka menguat berkat laju saham, yang didukung oleh pelemahan yen. Selain itu, data PDB AS turut membantu. Namun laju masih tipis, mencerminkan investor masih hati-hati di tengah ketidakpastian arah kebijakan fiskal AS.
Support : 19140, 19100, 19060
Resistance : 19220, 19260, 19300

Kospi
Indeks Kospi terpantau flat hari ini, karena kejatuhan sektor teknologi menutup penguatan saham energi dan konsumen. Setelah menyentuh level tertinggi dalam 6 tahun minggu lalu, indeks cenderung koreksi. Selain itu, investor juga masih wait-and see perkembangan terbaru, terutama dari sisi eksternal.
Support : 281.25, 280.60, 280,00
Resistance : 283.20, 284.00, 284.80

Hang Seng
Indeks Hang Seng sedikit melemah hari ini menyusul laporan keuangan emiten yang keluar beragam. Laporan keuangan perusahaan maskapai seperti Air China di bawah ekspektasi. Investor kini menantikan laporan Bank of China.
Support : 24060, 24000, 23960
Resistance : 24375, 24420, 24500

Emas
Emas tertekan sejak kemarin karena penguatan dollar menyusul data PDB AS yang direvisi naik. Salah satu hal yang patut disebutkan adalah pembelanjaan konsumen AS naik 3,5%, menjadi faktor yang turut mengangkat dollar.
Sepanjang tahun ini, emas bergerak fluktuatif di tengah volatilitas dollar, isu kebijakan the Fed, dan perkembangan geopolitik. Status emas sebagai safe haven biasanya terangkat bila ada berita gejolak politik. Emas masih mendapat dukungan dari ketidakpastian politik di Eropa, seperti proses Brexit dan pemilu di beberapa negara, salah satunya Perancis.
Support : 1238, 1234, 1230
Resistance : 1246, 1250, 1254