Strategydesk – Saham Asia bergerak positif hari ini namun tipis setelah Wall Street berakhir variatif. Pergerakan tersendat di saat investor menunggu katalis baru.
Indeks Dow Jones ditutup flat dan indeks S&P 500 menguat 0,2%. Sedangkan indeks Nasdaq naik 0,48%. Faktor valuasi juga mempengaruhi sentimen investor. Price-to-earnings ratio Indeks S&P 500 sudah mencapai 24,9, melebihi rata-rata 16,8. Sedangkan indeks Dow Jones terus berkonsolidasi di kisaran 20700-20900 dalam dua bulan terakhir.
Pasar menunggu voting RUU kesehatan di Kongres AS, yang dianggap sebagai salah satu agenda penting pemerintahan Trump. Terganjalnya RUU kesehatan yang diajukan Presiden Trump di Kongres itu, menimbulkan keraguan mengenai agenda pemerintahan Trump lainnya seperti pemotongan pajak dan stimulus fiskal. Pasar juga menunggu pidato Ketua the Fed Janet Yellen malam nanti.

Nikkei
Indeks Nikkei hampir flat hari ini, berusaha pulih setelah anjlok kemarin karena penguatan yen dan kekhawatiran soal implementasi kebijakan Trump. Indeks jatuh ke level terendah dalam dua bulan kemarin, namun peluang rebound bergantung pada pergerakan yen dan bursa saham global.
Support : 18820, 18780, 18750
Resistance : 18980, 19020, 19070

Kospi
Indeks Kospi menguat tipis hari ini, setelah tertekan kemarin karena profit taking. Investor asing masih menjadi pembeli bersih. Saham unggulan masih bertumbangan, dengan Samsung Electronics jatuh 1,4% dan Hyundai Motor anjlok 1,7%. Indeks sempat menyentuh level tertinggi dalam enam tahun, didukung oleh aksi beli di tengah meredanya ketidakpastian politik.
Support : 282.20, 281.85, 280.30
Resistance : 285.00, 285.70, 286.30

Hang Seng
Indeks Hang Seng juga naik tipis menyusul kejatuhan tajam kemarin yang disebabkan oleh profit taking. Kejatuhan bursa saham global dan isu Korut dijadikan momentum oleh investor untuk memanfaatkan kenaikan harga, dimana indeks sempat meraih level tertinggi dalam 2,5 tahun. Pergerakan tipis di saat investor menunggu voting di Kongres AS.
Support : 24300, 24220, 24160
Resistance : 24500, 24550, 24620

Emas
Emas sedikit koreksi hari ini setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu kemarin. Laju emas sedang tertahan setelah naik selama enam sesi. Para investor kini sedang menunggu pidato Yellen, mungkin dapat dijadikan acuan pergerakan.
Emas biasanya naik ketika ada ketakutan, ketidakpastian atau volatilitas di pasar lain. Sejauh ini, emas sudah naik 8,5% setelah jatuh akhir Desember. Sepanjang tahun ini, emas bergerak fluktuatif di tengah volatilitas dollar, isu kebijakan the Fed, dan perkembangan geopolitik. Status emas sebagai safe haven biasanya terangkat bila ada berita gejolak politik. Pasar kini menyorot pemilu presiden Perancis, di mana ada kandidat yang ingin negara itu lepas dari Uni Eropa.
Support : 1242, 1238, 1234
Resistance : 1250, 1253, 1257