StartegyDesk (Senin, 21 Mei 2018)
China dan Amerika diberitakan lakukan “gencatan senjata” terkait perang perdagangan antara kedua negara, sehingga untuk sementara waktu kedua negara sepakat untuk tidak menerapkan kebijakan tarif apapun terkait kegiatan perdagangan kedua negara, selagi negoisasi antara kedua negara di lanjutkan.

Pernyataan terkait penghentian sementara perang perdagangan Amerika-China tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Amerika Steven Mnuchin kepada Fox News pada hari Minggu kemarin.

Setelah lakukan pembicaraan di Washington, China pada akhirnya menyetujui untuk menaikkan secara signifikan jumlah impor barang dan jasa dari Amerika guna menurunkan surplus perdagangan mereka yang terlalu tinggi terhadap Amerika.
Walaupun demikian sebenarnya baru satu masalah yang terselesaikan antara Amerika dan China, masalah lainnya termasuk adanya pelanggaran hak kekayaan intelektual belumlah terselesaikan, dan berpeluang akan mengemuka.

Indek acauan saham berjangka Amerika sejauh ini untuk hari Senin alami kenaikan. Bursa saham Eropa juga terlihat alami kenaikan. FTSE 100 Inggris terlihat alami kenaikan mencapai level harga tertingginya, didukung oleh penurunan nilai poundsterling terhadap dollar Amerika. Indek tersebut didominasi oleh pergerakan saham-saham internasional yang mana perusahaan tersebut akan peroleh pendapatan lebih dari penjualan yang meningkat jika pound alami pelemahan.
Di Asia, sebagian besar bursa saham alami kenaikan.

Sebelumnya pada penutupan Jum’at minggu lalu, Dow Jones industrial average ditutup dengan kecenderungan bergerak flat. S&P 500 alami penurunan sebesar 0,3 persen dan Nasdaq turun 0,4 persen.

Kontrak berjangka minyak mentah Amerika pada hari Senin ini alami kenaikan 0,5 persen, dan diperdagangkan pada level harga $71,60.