Strategydesk – Sterling bergerak fluktuatif di tengah proses Brexit setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengajukan Artikel 50 sebagai bentuk resmi keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Delapan bulan setelah referendum, Inggris akhirnya secara resmi mengajukan permohonan lepas dari blok tersebut. Di hadapan parlemen, May menyebut Brexit sebagai momen historis dan penuh tantangan. Ia meyakini masa depan Inggris tetap cerah meski berpisah dengan Uni Eropa. Ini merupakan awal dari proses yang akan berjalan sampai 2019.
Proses Brexit sendiri memakan waktu dua tahun, masa yang membuat pasar mempertanyakan prospek ekonomi dan politik Inggris. Pelemahan sterling terkait dengan ketidakpastianyang muncul dalam proses tersebut. Para pengamat melihat setelah pengajuan resmi ini, justru yang muncul lebih banyak pertanyaaan dari pada jawaban.
Dari sisi ekonomi, pasar menyorot kinerja perdagangan dan investasi selama proses tersebut. Pasar mempertanyakan apakah Inggris bisa meraih kesepakatan perdagangan bebas selepas dari Uni Eropa. Dari sisi politik, Brexit ternyata membuat Skotlandia semakin bersemangat untuk lepas dari Inggris Raya. Bahkan beberapa pejabat di Glasgow optimis bakal ada referendum ke depan.
Sterling diperdagangkan di $1,2446 setelah jatuh sampai $1,2376 kemarin. Bila berhasil ditutup di atas $1,2500, ada potensi untuk menuju $1,2540-1,2570. Kondisi bearish tetap berjalan bila pound ditutup di bawah $1,2370.
Sementara itu, dollar melanjutkan penguatannya setelah pernyataan hawkish dari dua pejabat the Fed. Wakil Ketua Stanley Fischer mengatakan meski kenaikan suku bunga diperkirakan hanya dua kali lagi tahun ini, the Fed masih punya keunggulan dibanding Inggris menjelang Artikel 50. Presiden distrik Boston Eric Rosengren mengatakan suku bunga bisa saja naik empat kali lagi untuk mencegah overheat.
Nanti malam ada data PDB AS kuartal keempat, yang kemungkinan direvisi menjadi 2,0% dari 1,9%. Dollar juga masih dibayangi oleh ketidakpastian kebijakan pemerintahan Trump. Indeks dollar bertengger di 100, setelah naik selama dua sesi. Kondisi bullish terjaga bila indeks mampu menembus 100,30-100,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 111,05.

EURUSD

EURUSD 30 Mar

USDJPY

USDJPY 30 Mar

GBPUSD

GBPUSD 30 Mar

USDCHF

USDCHF 30 Mar

AUDUSD

AUDUSD 30 Mar