Strategydesk – Program tax amnesty yang dijalankan pemerintah RI memasuki akhir, dengan total deklarasi harta mendekati Rp4600 triliun, menjadikannya program pengampunan pajak tersukses di dunia.

jakartaAngka itu setara dengan 330 miliar dollar AS dan datang dari 745000 waib pajak. Bahkan para pengamat menyebut hasil itu sebagai program amnesti paling sukses dalam sejarah. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, program yang dijalankan pemerintah RI ternyata mendulang lebih banyak pendapatan dari India, Cili, Italia atau Afrika Selatan.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, jumlah harta yang dilaporkan mayoritas bersumber dari deklarasi harta bersih dalam negeri, yang mencapai 74,41%, dan deklarasi harga bersih luar negeri, sebesar 22,39%, serta sisanya repatriasi aset luar negeri 3,18%. Dari angka deklarasi dan repatriasi tersebut, jumlah penerimaan uang tebusan amnesti pajak mencapai Rp116 triliun, atau 70,30% target penerimaaan Rp165 triliun. Progam amnesti pajak dilaksanakan sejak 18 Juli 2016 sampai 31 Maret 2017, terdiri dari tiga tahap.

Dengan berakhirnya program amnesty, pemerintah berharap bisa memperbaiki sistem untuk mendorong pengumpulan pajak, meningkatkan ratio PDB banding pajaknya. Pemerintah diperkirakan akan mengambil langkah hukum terhadap penghindar pajak yang terdaftar namun tidak menggunakan program itu untuk menyetorkan pajak. Saat ini, angkatan kerja di Indonesia mencapai 118,31 individu, namun kurang dari sepertiganya yang terdaftar sebagai wajib pajak.