Upah di Jepang terus menurun dengan sangat lambat (untuk tahun ketiga) dengan upah riil tidak berubah.

Setelah rilis data upah, dapat dicermati bahwasanya pasar tenaga kerja ketat di Jepang terus mendorong upah lebih tinggi, terutama pembayaran per jam per paruh waktu. Namun, penghitung waktu penuh tidak mendapat banyak gejolak, bahkan saat pemerintah terus menuntut bayaran yang lebih tinggi, sebagian karena pekerja tetap dan serikat pekerja mereka cenderung menghargai keamanan pekerjaan karena mendapat kenaikan gaji. Angka April juga mengindikasikan pengusaha masih lebih memilih untuk menawarkan bonus, daripada membuat kenaikan permanen untuk basis upah.

Hal ini tampaknya telah memicu beberapa penjualan di mata uang USDJPY (Dolar AS vs Yen Jepang, yang secara pasti mampu terus menguat hingga dibawah level support kunci 110 per dolar AS.

Pergerakan ini merupakan penguatan ke tingkat terendah sejak putaran pertama pemilihan Prancis di bulan April. Dan tembus di bawah pergerakan rata-rata kunci 200 hari di level 110.39.